Cara Menggunakan Modem 4G LTE Andromax pada Mikrotik

 

Modem WiFi (MiFi) Smartfren Andromax merupakan Modem WiFi multifungsi yang dijual oleh Smartfren dimana boleh langsung digunakan oleh user, baik menggunakan WiFi ataupun USB sebagai modem 4G LTE. Namun features yang ada dalam Andromax sendiri cukup terbatas, dimana hanya mampu digunakan untuk maksimum 32 user dan tidak ada management user, dan management bandwidth nya. Jadi kalau digunakan beramai-ramai bakalan rebutan bandwidth kan?

Tapi, kenapa harus pakai Smartfren Andromax? kenapa gak pakai Modem 4G lain aja? Jawabannya simpel, karena Smartfren lagi promo dimana beli Andromax bisa dapat Quota lumayan besar, yakni 30GB. Mantap kan? Hehe


Modem WiFi (MiFi) Smartfren Andromax dapat digunakan pada Mikrotik. Ada beberapa tipe MiFi Andromax yang beredar di pasaran, namun tidak semua tipe bisa dikenali oleh Mikrotik. Salah satu Tipe Andromax yang bisa dikenali dan digunakan pada Mikrotik adalah Andromax M2P.

Disini saya akan cuba jelaskan cara menggunakan LTE Module dari Modem WiFi Smartfren Andromax M2P pada Mikrotik RB951Ui-2HnD.


Setting Modem WiFi Smartfren Andromax M2P
1. Sambungkan Kabel USB Andromax M2P ke PC/laptop –> Install Aplikasi nya
2. Buka Browser –> Masukkan IP Address MiFi nya –> 192.168.8.1
3. Login ke Managemen Web Andromax dengan user default (jika belum dirubah) user & pass : admin

MiFi Andromax dijadikan Hotspot Mikrotik

4. Pilih menu Settings

Modem WiFi Andromax Hotspot Mikrotik


5. Masuk kemu Dial-up –> Mobile Connection –> Connection mode pilih Auto –> Apply

Andromax M2P jadi Modem WiFi Mikrotik Hotspot

6. Masuk menu WLAN Basic Settings –> SSID Broadcast pilih Disable.

Smartfren Andromax M2P Modem Mikrotik

7. Masuk ke tab Connection –> Pastikan Andromax sudak konek ke jaringan 4G LTE.
Konek MiFi Andromax ke Mikrotik

Setting Mikrotik RB951Ui-2HnD
1. Sambungkan Kabel USB Andromax ke port USB Mikrotik RB951Ui-2HnD
2. Login ke Mikrotk RB951Ui-2HnD via Winbox
3. Masuk ke menu Interface –> LTE. Pastikan interface LTE dari Andromax sudah ter-install dan muncul di list. Jika tidak, coba reboot Mikrotik nya dan cek port USB nya pada menu System –> Resources –> USB
Setting MiFi Andromax di Mikrotik

4. Jika Interface LTE sudah muncul, dia akan langsung konek ke jaringan LTE tanpa perlu seting lagi. Tinggal kita ganti nama nya saja menjadi ANDROMAX.

Cara Setting Andromax jadi Modem Mikrotik

5. Buat DHCP Client supaya Mikrotk mendapat IP Address dari Andromax. IP –> DHCP client –> Add -> Interface pilih LTE nya Andromax, sesuai gambar di atas.

6. Jangan lupa buat kan rule NAT Masquerade pada IP –> Firewall –> NAT

Andromax jadi modem Mikrotik Hotspot

7. Jika kita ingin share koneksi internet nya via WiFi, aktifkan dulu interface wlan1 nya, silakan setting sesuai keinginan.

8. Membuat Hotspot Mikrotik menggunakan MiFi Andromax bisa kita lakukan sekarang. Silakan gunakan Hotspot Wizard dengan interface yang digunakan LTE Andromax.
Baca artikel nya disini :
Cara Membuat Hotspot di Mikrotik : Seting dasar Hotspot Mikrotik

9. Kita juga bisa melakukan Manajemen Bandwidth MiFi Smartfren Andromax dengan memanfaatkan Queue Mikrotik.
Baca artikel nya disini :
Cara Membatasi/Limit Bandwidth User Hotspot Mikrotik

10. Sekarang penggunaan MiFi Smartfren Andromax M2P bisa lebih optimal dengan bantuan Mikrotik 🙂

Perlu diketahui bahwa tidak semua Modem WiFi Andromax bisa dikenali oleh Mikrotik, hanya tipe-tipe tertentu saja yang menggunakan Chipset Huawei, seperti Andromax M2P. Sementara untuk tipe lain yang menggunakan Chipset baru Qualcomm MDM 9307 hingga artikel ini di buat belum bisa dikenali oleh Mikrotik. Tipe MiFi yang belum support Mikrotik yaitu :
Andromax M3Y
Andromax M3Z
Andromax M2S
Andromax M2Y
dll
Jadi saya sarankan untuk menggunakan Andromax tipe M2P seperti yang saya gunakan pada artikel ini.

Cara Membatasi/Limit Bandwidth User Hotspot Mikrotik

Membatasi/Limit Bandwidth pada Hotspot Mikrotik merupakan hal yang sangat perlu dilakukan. Wireless Hotspot dapat diakses oleh siapa saja yang memiliki hak akses, sehingga agar terciptanya keadilan dan kesejahteraan yang merata pada segenap user hotspot diperlukan Pembatasan Bandwidth Hotspot Mikrotik.
Metode Pembatasan Bandwidth Hotspot Mikrotik ada 2 :

– Built-in limiter merupakan metode Limit Bandwidth Hotspot Mikrotik yang menggunakan parameter rate-limit di server-profile untuk melimit total traffic dari jaringan hotspot sedangkan jika ingin limit per user bisa menggunakan rate-limit di user-profile. Built-in Limitation dilakukan secara otomatis dan mudah tetapi tidak memungkinkan melakukan implementasi HTB.
– Custom limitation merupakan metode Limit Bandwidth Hotspot Mikrotik yang menggunakan parameter Incoming-packet-mark dan outgoingpacket-mark pada user-profile. Dengan menggunakan Custom Limitation anda bisa melakukan implementasi HTB dan melakukan limitasi berdasarkan kriteria koneksi yang lebih beragam.
Cara Membatasi/Limit Bandwidth User Hotspot Mikrotik menggunakan Built-in Limiter :

Rate Limit pada Hotspot Server Profile

Penggunaan Rate Limit pada hotspot server profile ini, secara otomatis akan membatasi total traffic pada jaringan Hotspot Mikrotik. Pada gambar di atas, besarnya rate limit yang diset pada jaringan hotspot adalah sebesar 2M/2M, yang berarti 2 Mbps untuk total traffic upload dan 2 Mbps untuk total traffic Download pada jaringan hotspot tersebut. Perlu diketahui bahwa dengan menggunakan metode ini user yang di bypass melalui IP Binding Hotspot juga ter-limit.

 

Penggunaan Rate Limit yang pada hotspot user profile ini, akan membatasi total traffic secara otomatis yang bisa dicapai oleh masing-masing client hotspot yang berada pada satu group. Client hotspot yang terhubung dalam jaringan hotspot, mendapatkan total traffic yang bisa dicapai sebesar 512 kbps untuk download dan 512 kbps untuk upload.

Hasil penggunaan Built-in bandwidth limiter Hotspot Mikrotik
Cara Membatasi/Limit Bandwidth User Hotspot Mikrotik menggunakan Custom Limitation :
Parameter Incoming Packet Mark dan Outgoing Packet Mark didefinisikan untuk melakukan penandaan (marking) traffic dari user didalam group tersebut. Incoming Packet Mark melakukan marking traffic upload dan Outgoing Packet Mark melakukan marking traffic download.
Penggunaan incoming dan Outgoing Packet Mark Hotspot Mikrotik
Firewall mangle akan terbentuk secara otomatis dan dinamis, dimana bertugas melakukan marking packet traffic dari client yang masuk di dalam group (profile). Dynamic Marking ini dilakukan di chain Hotspot.

Mangle rule otomatis terbentuk dari incoming dan outgoing packet mark

Penambahan Rule Jump dari Built-in Chain ke chain hotspot diperlukan supaya traffic dari user dapat dibaca di firewall.

 

Jika di asumsikan network yang digunakan adalah network NAT. Mark-Connection harus dibuat berdasarkan mark packet dynamic dari profile atau dari chain hotspot.
/ip firewall mangle add chain=prerouting action=mark-connection new-connection-mark=koneksi_hotspot passthrough=yes packetmark=hs1-in

Selanjutnya Mark-Packet bisa dibuat supaya bisa diimplementasikan atau dilimit trafficnya.
/ip firewall mangle add chain=prerouting action=mark-packet newpacket-mark=paket_hotspot passthrough=no connectionmark=koneksi_hotspot
/ip firewall mangle add chain=postrouting action=mark-packet newpacket-mark=paket_hotspot passthrough=no connectionmark=koneksi_hotspot
Rule Mangle yang digunakan pada Custom Bandwidth Hotspot Mikrotik
Setelah mark packet dari traffic group1 sudah dibuat maka limitasi bandwidth bisa dibuat di Queue.

Setting pada Queue Tree

Membuat Queue Tree untuk Traffic Download global, kita contohkan menggunakan Max Limit 2 Mb.

Queue Tree Global Download Hotspot Mikrotik

Kemudian membuat Queue Tree turunan nya khusus untuk download via Hotspot menggunakan Limit At 1 Mb dan Max Limit 2Mb.

Queue Tree Download Hotspot Mikrotik

Buat Queue Tree yang sama untuk traffic upload nya, sehingga menjadi seperti gambar berikut :

Hasil Penggunaan Queue Tree pada Hotspot Mikrotik

Selanjutnya Queue Tree Hotspot Mikrotik ini bisa kita kembangkan untuk membuat managemen bandwidth yang lebih complex, misalnya dengan menggunakan PCQ, dsb.

 

SUMBER:kUMPULAN TUTORIAL MIKROTIK INDONESIA

Cara Update/Upgrade Mikrotik RouterOS via Winbox

Bagaimanakah cara untuk upgrade/update RouterOS Mikrotik kepada versi yang terbaru? Persoalan ini akan kita ulas pada artikel kali ini. Beberapa cara dapat dilakukan untuk upgrade versi RouterOS Mikrotik menggunakan cara manual atau semi automatik.

Cara Upgrade Mikrotik RouterOS secara manual sudah diulas pada artikel sebelum ini iaitu Tutorial Cara Upgrade RouterOS ke Versi Terbaru
Cara untuk upgrade mikrotik secara semi auto akan kita bincangkan pada artikel ini.

Namun, sebelum itu pastikan dahulu Peranti Mikrotik anda sudah boleh mengakses internet untuk download Pakej RouterOS terbaru. Silakan baca artikel berikut :
Cara Menghubungkan Mikrotik ke Internet

Cara melakukan update/upgrade Mikrotik RouterOS secara semi auto sangat senang. Hal ini  kita boleh lakukan via Winbox Mikrotik dengan mengakses menu System –> Packages.

 

Cek pada column Installed Version dan Latest Version adakah ada perbezaan versi.

Jika ada silakan klik Download & Install.

Tunggu sehingga proses download selesai. Selepas itu, Mikrotik akan melakukan upgrade secara automatik dan reboot automatik. Setelah reboot, pastikan pakej upgrade nya sudah terinstall semua.

 

Sekian sahaja perkongsian Cara Update/Upgrade Mikrotik RouterOS Semi Otomatis via Winbox. Selamat mencuba dan semoga bermanfaat 🙂