Lupa Password User Manager Mikrotik? Begini Cara Mengatasinya

Lupa nama pengguna dan kata laluan pengguna anda Mikrotik boleh membawa masalah untuk anda  menguruskan Hotspot Mikrotik Pengurus. Hal ini demikian  kerana jika anda terlupa kata laluan pengguna anda Mikrotik, anda tidak boleh menukar pangkalan data pengguna. Mikrotik Pengguna Pengurus akan memberi mesej ralat mikrotik pengurus respons pengguna “Nama pengguna tidak sah atau kata” jika anda pengguna salah atau lupa dan lulus userman beliau seperti yang ditunjukkan di bawah:

User manager Mikrotik invalid user name or password
Hal yang perlu di ingatkan bahawa username dan password user manager Mikrotik tidak selalu sama dengan user dan password untuk login ke Mikrotik nya, dan seringnya malah berbeza. Jadi pertanyaannya bagaimana cara reset password user manager Mikrotik? Sebenarnya tidak perlu di reset password user manager nya, kita tinggal lihat saja user dan pass nya melalui Terminal Winbox Mikrotik. Namun harus dipastikan dulu Anda boleh login ke Mikrotik yang diinstall user manager.

Cara Mudah Mengatasi Lupa User name dan Password User Manager Mikrotik
1. Login ke Mikrotik menggunakan Winbox Mikrotik. Jika belum punya silakan Download Winbox Mikrotik

2. Buka Terminal, masukkan arahan berikut :
tool user-manager customer print

3. Hasilnya akan muncul tampilan seperti gambar di atas. Login = username user manager, password = password user manager.

4. Untuk melakukan reset password user manager Mikrotik (edit password) boleh menggunakan perintah berikut :
tool user-manager customer edit namauser password

Silakan ganti nama user yang di warnai merah dengan username Anda. Contohnya seperti gambar di atas.

5. Tampilan terminal akan berubah menjadi sebagai berikut :


Silakan ganti password nya, jika sudah save dengan menekan tombol ctrl + o.

6. Sekarang password user manager nya sudah di reset / edit sesuai keinginan Anda. Silakan dicoba untuk login ke User manager Mikrotik.

Jadi jika Anda tidak boleh login user manager mikrotik, anda boleh cuba cara melihat username dan password atau cara ganti password user manager Mikrotik seperti yang saya tulis di atas.
Okay, selamat mencuba 🙂

 

Sumber:Kumpulan Tutorial Mikrotik Indonesia

Penjelasan Setting Dasar Mode Wireless Mikrotik

Untuk dapat menggunakan fungsi wireless pada Mikrotik ada beberapa parameter setting yang harus diperhatikan. Namun sebelum kita teruskan perbincangan ini ada baiknya anda baca artikel sebelumnya tentang Penjelasan Penggunaan Wireless Tools Mikrotik. Oke mari kita lanjut belajar Mikrotik Wireless nya.

Hal yang dibahas disini adalah tab Wireless pada setingan interface Wlan. Silakan anda buka Winbox masuk ke menu Wireless –> double klik interface wlan –> masuk tab Wireless.
Parameter Untuk konfigurasi minimal :
Mode
Band
Frequency
SSID
Scan-List
Berikut ini adalah beberapa penjelasan dari parameter-parameter di atas :
Parameter Mode Wireless Mikrotik
AP modes:
> ap-bridge : mode standard untuk Access Point.
> bridge : sama seperti mode ap-bridge tetapi hanya menerima satu client.
> wds-slave : mode ap-bridge tetapi mampu untuk melakukan scan terhadap AP yang memiliki SSID yang sama dan membangun WDS link ke AP tersebut. Jika terputus maka akan dilakukan scaning ulang dan akan terkoneksi kembali.
Station modes:
> station : Mode Client paling sederhana
> station-wds : mode station yang mengaktifkan WDS bridge
> station-pseudobridge : mode station tetapi ditabahkan fungsi MAC translation sehingga interface wireless bisa dimasukkan ke dalam bridge.
> station-pseudobridge-clone : mode station yang menggunakan fungsi station-bridge- clone-mac address

Special modes:
> alignment-only : mengaktifkan mode align transmit untuk digunakan sebagai membantu pointing antenna.
> nstreme-dual-slave : digunakan jika ingin menggunakan Dual-Nstreme
Parameter Band
band : Opsi untuk menentukan standard wireless yang ingin digunakan
> 2.4ghz-b – menggunakan standard IEEE 802.11b
> 2.4ghz-b/g – IEEE 802.11g (supports also legacy IEEE 802.11b protocol).
> 2.4ghz-g-turbo – IEEE 802.11g menggunakan double channel yang kecepatan teoritisnya adalah hingga 108 Mbit.
> 2.4ghz-onlyg – hanya menggunaan standard IEEE 802.11g
> 2ghz-10mhz – variasi dari IEEE 802.11g dengan menggunakan setengah dari lebar band standard (air rate of up to 27Mbit)
> 2ghz-5mhz – variasi dari IEEE 802.11g dengan menggunakan seperempat dari lebar band standard (air rate of up to13.5Mbit)
> Turbo channel hanya support di card non-N dan hanya ada di ROS versi 2.xx,3.xx dan 4.xx.

> 5ghz – menggunakan standard IEEE 802.11a 54Mbit.
> 5ghz-turbo – IEEE 802.11a menggunakan double channel yang kecepatan teoritisnya adalah hingga 108 Mbit.
> 5ghz-10mhz – variasi dari IEEE 802.11a dengan menggunakan setengah dari lebar band standard (air rate of up to 27Mbit)
> 5ghz-5mhz – variasi dari IEEE 802.11a dengan menggunakan seperempat dari lebar band standard (air rate of up to 13.5Mbit)
> Turbo channel hanya support di card non-N dan hanya ada di ROS versi 2.xx,3.xx dan 4.xx.
> Penggunaan Band 5ghz ini harus seizin dept. kominfo, tidak boleh digunakan sembarangan.

Parameter Frequency, Scan, Scan list
frequency – Frequency yang digunakan untuk AP.
> Parameter ini akan diabaikan Jika pada pernagkat diaktifkan mode “client”.
> ssid (text) – Sebagai identitas dari jaringan wireless.
> scan-list – nilai default adalah channel ISM (standard channel) sesuai dengan band yang digunakan. > Scan list bisa berupa range, list dari channel yang dipisahkan dengan tanda comma atau bisa juga gabungan dari keduanya.
> Contoh: scan-list=default,2222,2312-2362
> Dari scan list tersebut perangkat akan melakukan scan di default channel dan beberapa range frequency custom.
> Penggunaan custom channel bergantung dari setting “channel-mode”
Parameter Tx Rate
default-ap-tx-limit (integer; default: 0) – adalah limit traffic rate untuk pengiriman data dari AP ke tiap client (bps).
0 – berarti tanpa limit

default-client-tx-limit (integer; default: 0) – adalah limit traffic rate untuk pengiriman data dari tiap client ke AP (bps). Hanya bekerja jika client sama-sama menggunakan mikrotik.
0 – berarti tanpa limit

Parameter Checklist
> default-authentication (default value: yes) :
Jika digunakan mode AP maka semua client yang tidak dibatasi di access-list akan diautentikasi dan bisa terkoneksi.
Jika digunakan di mode station maka wireless bisa terkoneksi ke AP manapun yang tidak dibatasi di connect-list.

> default-forwarding (default value: yes) :
Adalah parameter yang digunakan untuk forwarding traffic dari client ke client yang lain dalam AP yang sama. Bisa dibatasi lebih spesifik per clientnya di access-list.

> hide-ssid (default value: no) :

yes – jika diaktifkan maka AP tidak akan memasukkan informasi SSID pada beacon frame dan tidak akan memberikan frame balasan berisi informasi SSID jika ada permintaan informasi SSID.

no – AP akan memasukkan informasi SSID pada frame beacon dan akan memberikan informasi SSID jika ada permintaan informasi SSID.
Setting ini hanya berpengaruh jika menggunakan mode AP, sebenarnya tidak berpengaruh banyak pada security karena informasi SSID tetap dimasukkan pada frame yang lain (bukan beacon frame).

Dari Penjelasan Setting Dasar Mode Wireless Mikrotik tersebut anda dapat mengatur setingan nya sesuai keinginan anda. Silakan anda coba sendiri. Sekian dulu tutorial mikrotik indonesia kali ini. Semoga bermanfaat 🙂

Cara Menghubungkan Mikrotik ke Internet

Bagaimana cara menghubungkan untuk Mikrotik ke Internet? Mungkin anda selalu tertanya-tanya ketika anda baru sahaja menggunakan Mikrotik. Ada beberapa cara yang boleh digunakan untuk menghubungkan Mikrotik ke Internet. Cara-cara tersebut bergantung pada modem atau perangti yang digunakan untuk hubungkan dengan internet.

Secara umumnya cara untuk menghubungkan Mikrotik ke Internet adalah seperti yang berikut :

1. Pastikan dulu sumber sambungan internet. Apakah dari modem ADSL (misalnya Speedy) atau dari modem USB.

2. Jika anda menggunakan Modem USB untuk menyambungkan kepada Internet

3. Jika sumber sambungan internet menggunakan Speedy yang menggunakan PPPoE, maka setting Mikrotik

4. Jika sumber sambungan Internet secaa langsung tanpa setting modem dulu, seperti sambungan dari modem Speedy atau Router 3G, dimana tidak perlu tambah setting di Mikrotik maka teruskan  kepada step nombor 5.

5. Login ke Mikrotik via Winbox –> Masuk ke menu IP –> DHCP Client –> Tambahkan DHCP Client dengan meng-klik menu +
– Interface : Pilih interface yang terhubung ke sumber Internet
– Use Peer DNS : Centang
– Use Peer NTP : Centang
– Add Default Route : yes


6. Setting IP address. Masuk ke menu IP –> Addresses –> Tambahkan IP address untuk interface yang membawa kepada pelanggan. Saya akan memberikan beberapa contoh bagaimana IP address dihubungkan  kepada interface LAN yang menghala kepada Client dengan IP address 10.10.10.10/24.
Interface NAT sudah mendapatkan IP address secara automatik kerana sebagai DHCP Client dari sumber internet.

 


7. Tambahkan setting DNS Server. Masuk ke menu IP –> DNS kerana step yang ke 5 kita sudah menggunakan DHCP Client dimana kolom “Use Peer DNS” ditandakan, maka Mikrotik juga sudah mendapat DNS Server secara automatik dari sumber internet.
Tapi sebagai  cadangan kita boleh tambah menggunakan DNS nya Google : 8.8.8.8


8. Tambahkan setting NAT Masquerade. Masuk ke menu IP –> Firewall –> Masuk Tab NAT –> Tambahkan rule NAT :
~ Tab General
– Chain : srcnat
– Out-interface : pilih interface yang menuju ke sumber internet
~ Tab Action
– Action : Masquerade

9. Sampai disini, Mikrotik seharusnya sudah disambungkan kepada internet. Periksa sambungan dengan ping melalui terminal

Demikian sahaja tutorial cara menghubungkan atau menyambungkan Mikrotik ke Internet. Ini adalah tutorial Mikrotik Dasar yang dapat anda gunakan dan selamat mencuba

 

Sumber: Kumpulan Mikrotik Indonesia

Antara faktortidak boleh connect ke Winbox via Mac Address Mikrotik

Kenapa Mikrotik saya tidak terdeteksi ketika di Search di Winbox?
Kenapa Mikrotik saya tidak bisa konek Winbox via MAC Address?
Mungkin dua pertanyaan ini pernah keluar dari pikiran anda ketika mau mengakses Mikrotik via Winbox tapi tidak bisa. Nah, kali ini saya akan mencoba menjelaskan dan menjawab pertanyaan tersebut. Anda bisa download Winbox Mikrotik disini.

Pada dasarnya Winbox adalah sebuah utility yang digunakan untuk melakukan remote ke server mikrotik dalam mode GUI (Graphical User Interface). Jadi dengan ini anda tidak perlu repot-repot mengetikkan perintah-perintah Mikrotik, hanya tinggal klik saja. Biasanya kita tinggal search aja di menu […] di samping Connect to maka Mikrotik kita akan terdeteksi. Selanjutnya kita bisa memilih untuk konek Mikrotik ke Winbox via IP address atau MAC Address, seperti gambar berikut ini :

Nah, kemudian muncul pertanyaan pertama :
“Kenapa Mikrotik saya tidak terdeteksi ketika di Search di Winbox?”

Ada beberapa kemungkinan :
1. Mikrotik belum terkoneksi dengan benar ke PC/Laptop
Jika menggunakan Kabel, cek kabel UTP nya apakah memang bisa digunakan.
Jika menggunakan Wireless, pastikan Laptop sudah terkoneksi dengan SSID Mikrotik nya dengan baik.
Jika menggunakan Wireless Hotspot, Pastikan anda sudah LOGIN ke hotspot Mikrotik dulu via web browser.

2. Mikrotik anda Hang/Crash, sehingga tidak terdeteksi. Solusinya coba restart Mikrotik nya dengan mencabut dan memasang kembali kabel power nya.

3. PC/Laptop yang digunakan terinstall Virtual Adapter dari aplikasi lain, seperti VirtualBox atau VMWare, dsb. Ternyata hal inilah yang selama ini saya alami setelah kedua kemungkinan di atas sudah teratasi. Mungkin hal ini juga yang terjadi pada Laptop/PC anda. Coba anda cek di “Network and Sharing Center” apakah ada virtual adapter lain yang terinstall di PC anda.

Jika Virtual Adapter lain itu aktif, maka ketika kita coba search Mikrotik di Winbox, Mikrotik nya tidak muncul.


Untuk mengatasi hal ini, kita bisa menonaktifkan dulu virtual adapter tersebut dengan masuk ke menu “Change Adapter Settings”.


Disable dulu semua virtual adapter yang terinstall di PC/Laptop kita. Klik kanan di Virtual Adapter –> Klik Disable. Seperti gambar berikut :


Jika sudah nonaktif semua, coba search lagi Mikrotik nya di Winbox. Maka Mikrotik nya pun akan muncul seperti gambar berikut ini :


Coba konek Mikrotik via MAC Address nya.


Sekarang coba aktifkan kembali salah satu Virtual Adapter nya. Maka Winbox akan memunculkan pesan error “Router has been disconnected”. Seperti gambar berikut ini :

Hal ini terjadi karena kita konek ke Winbox nya via MAC Address. Sehingga ketika Virtual Adapter nya diaktifkan koneksi ke Winbox akan putus dan tidak bisa menyambung lagi via MAC Address. Hanya bisa konek via IP Address nya.

Oke, jadi hal ini sudah menjawab pertanyaan kedua :
“Kenapa Mikrotik saya tidak bisa konek Winbox via MAC Address?”

Itulah beberapa Alasan Kenapa Tidak Bisa Konek Winbox via Mac Address Mikrotik yang selama ini saya alami dan ternyata ada sebab dan solusinya. Semoga apa yang saya tuliskan di atas bisa membantu anda.

Tips Memilih dan Membeli Peranti Mikrotik

Dalam memilih produk kita harus selektif dan pertimbangkan aspek keperluan. Begitu juga ketika kita membeli peranti Mikrotik. Mungkin bagi anda yang belum faham mengenai Mikrotik akan sedikit keliru dalam menentukan produk Mikrotik mana yang sesuai dengan keperluan rangkaian kita.

Dalam artikel ini akan di bincang tips untuk membeli peranti Mikrotik yang pas dan bagaimana cara mempersingkat waktu dalam memilih perangkat yang sesuai dengan kebutuhan kita. Hal pertama harus kita lakukan adalah merencanakan network secara detail dan rinci, diantaranya adalah :
1)Sebarapa besar network yang akan kita buat dilihat dari jumlah client dan juga besarnya traffic (real troughput) yang akan di handle oleh perangkat tersebut nantinya.
2)Pada perangkat yang akan kita gunakan nantinya apakah membutuhkan hanya interface wireless, hanya interface Ethernet atau kedua interface tersebut di gunakan
3)Fungsi dan fitur apa saja yang akan kita gunakan pada perangkat tersebut, secara fungsi seperti router, server dan sebagainya sedangkan secara fitur seperti proxy, dhcp, hotspot dan sebagainya.
Pada dasarnya secara fungsi dan fitur semua jenis perangkat mikrotik sama, dari mulai perangkat jenis Routerboard sampai dengan PC/MikroBits series (tergantung lisensi levelnya), yang membedakan perangkat yang satu dengan yang lain adalah spesifikasi hardwarenya dimana semakin besar spesifikasi hardware maka kemampuan untuk menghandle user, service atau fitur yang di gunakan dan juga traffic (real troughpunt) semakin besar.
Dari penjelasan sebelumnya dapat diambil kesimpulan bahwa yang yang perlu kita sesuaikan adalah spesifikasi dan kebutuhan hardware, untuk kebutuhan dan spesifikasi hardware secara teori dapat kita kelompokkan seperti berikut :
1)Hardware dengan processor 300/400 Mhz seperti RB450, RB750, RB493, dan sebagainya idelanya dapat digunakan untuk beban traffic kurang dari 5 Mbps
2)Hardware dengan processor 680/800 Mhz seperti RB450G, RB433H, RB493G, RB800 , dan sebagainya idelanya dapat digunakan untuk beban traffic kurang dari 20 Mbps
3)Hardware dengan processor 1Ghz seperti RB1200 idealnya untuk beban Traffic kurang dari 100Mbps
4)Hardware dengan processor 1Ghz dual core seperti RB 1100AHx2 dan RB1100Hx2 idealnya untuk beban traffic lebih dari 100bps
5)Hardware dengan processor Multi Core x86 processor seperti varian MikroBits jenis Aneto, Ainos, dan Dinara idelanya untuk beban traffic kurang dari 1 Gps
6)Hardware dengan processor xeon processor seperti MikroBits Dinara idelanya untuk beban traffic 10 Gps\
Demikianlah beberapa tips memilih dan membeli perangkat Mikrotik. Semoga dapat dijadikan referensi bagi anda untuk membeli Mikrotik.

 

SUMBER:KUMPULAN MIKROTIK INDONESIA

Tips Mengikuti Peperiksaan Pensijilan MTCNA Mikrotik

Pensijilan MTCNA (Mikrotik Training Certified Network Associated) merupakan pensijilan Mikrotik yang paling asas. Ada beberapa pensijilan yang disediakan oleh Mikrotik, iaitu :

MTCNA – MikroTik Certified Network Associate (Basic Essentials)
MTCRE – MikroTik Certified Routing Engineer (Routing)
MTCWE – MikroTik Certified Wireless Engineer (Wireless)
MTCTCE – MikroTik Certified Traffic Control Engineer (Traffic Control)
MTCUME – MikroTik Certified User Management Engineer (User Manager)
MTCINE – MikroTik Certified Inter-networking Engineer (Inter Networking)

Untuk mendapatkan pensijilan MTCWE, MTCRE, MTCTCE, MTCUME dan MTCINE anda perlu lulus dan sudah ada sijil  MTCNA terlebih dahulu. Oleh sebab itu pensijilan MTCNA menjadi sangat penting untuk pengguna Mikrotik. Pada kali ini kita akan membincangkan berkenaan dengan tips untuk pensijilan MTCNA Mikrotik.

Berikut ini beberapa peraturan untuk peperiksan pensijilan Mikrotik :
Soalan ujian pensijilan adalah menggunakan bahasa Inggeris
Tidak boleh ‘copy paste’ dan ;screenshot’ soalan.
Waktu untuk mengikuti Ujian Online Jika Score Dibawah atau sama dengan 49 maka dinyatakan TIDAK LULUS
Jika Score Antara 50%-59% ada peluang yg ke 2 dengan Mengikuti Ujian Online sekali lagi (biasanya soalannya lebih susah)
Jika Score 60% keatas dinyatakan LULUS
Dan bagi yg ingin menjadi TRAINER Score Lulus Minimal 75 %
Tarikh tamat tempoh pensijilan adalah dalam tempoh 3 tahun
Semasa  ujian adalah open book, jadi boleh buka buku apa saja, namun tidak boleh tanya atau meniru orang lain.

Oleh sebab MTCNA merupakan ujian Mikrotik yang basic, maka soalan yang akan keluar itu merangkumi dasar-dasar (basic) Mikrotik, seperti Router OS secara umum, Firewall, QoS, Network Management, Wireless, Bridging, Routing, dan Tunnel.

Berikut ini beberapa Tips Mengikuti Ujian Pensijilan MTCNA Mikrotik :
Tips #1
Soal yang digunakan adalah dalam bahasa Inggeris, jadi kalau tidak mahir  bahasa Inggris boleh  memanfaatkan tool Google Translate untuk menterjemahkan soalannya, tapi tidak boleh guna copy paste soalan!

Tips #2
Buat soalan yang senang dulu. Jika ada soalan yang susah pergi kepada soalan yang senang dahulu.

Tips #3
Jawapan daripada setiap soalan tersebut biasanya sudah ada di wiki.mikrotik.com. Boleh cari di google.

Tips #4
Jangan tergesa-gesa semasa menjawab soalan. Jika anda sudah siap sebelum waktunya, telitilah kembali jawapan anda.

Tips #5
Berdoa sebelum ujian bermula, dan yakinkan diri anda bahawa anda boleh menjawab soalan dengan baik dan mendapatkan markah yang baik.

Tips #6
Anda boleh cuba membuat latih tubi soalan dari akaun Mikrotik anda. Atau juga dapat mencuba contoh soalan MTCNA Mikrotik.
Okay, mungkin sekian dulu tips daripada saya.

kalau selesai hasil ujian nya seperti gambar berikut :

Ini adalah contoh keputusan yang lulus sebanyak 68%

Kalau sudah lulus pensijilan Mikrotik kita akan dapat Certificate nya. Ini adalah certificate setelah anda  lulus dalam bentuk Softcopy. Anda boleh mendownload file Certificate nya pada akaun Mikrotik anda. Pada bahagian Training, pilih my certificates.

Silakan anda download file nya berupa PDF atau images.

Pensijilan juga akan dapat daripada lembaga Mikrotik Antarabangsa

Ini adalah sertifikat Mikrotik MTCNA

 

sumber:Kumpulan Mikrotik Indonesia