Cara Trunk VLAN di Mikrotik ke Cisco Switch

Membuat Trunk dan VLAN di Mikrotik untuk disambungkan ke Switch Cisco akan kita bincangkan pada Tutorial Mikrotik kali ini. Pertanyaannya, Bolehkah membuat VLAN dan Trunk pada Mikrotik dan Cisco? Jawabannya jelas boleh disebabkan VLAN dan Trunk ini adalah teknologi yang universal jadi boleh berjalan di semua peranti jaringan walaupun berbeza. VLAN Menggunakan standard IEEE 802.1Q. Komite IEEE membuat standard metode VLAN multiplexing ini untuk memberikan sokongan VLAN multivendor.

Trunk dan VLAN dapat membantu kita ketika harus melewatkan banyak segment jaringan sementara jalur yang tersedia adalah terhad. Pada artikel mikrotik kali ini akan saya contohkan ada segment jaringan yang ingin dilewatkan sementara jalur (kabel LAN) nya hanya ada satu. Jadi untuk mengatasinya kita boleh menggunakan VLAN dan Trunk 1 port di Mikrotik

Topologi nya sengaja saya buat sangat sederhana supaya lebih mudah difahami. Jika sudah faham, kita boleh kembangkan ke topologi yang lebih besar dan kompleks.

Pada gambar topologi di atas, Router Mikrotik RB450G akan melewatkan dua buah segment jaringan yang berbeza melewati satu kabel LAN ke Switch Cisco 2960 melalui port ether1 RB450G menuju interface f0/1 Cisco 2960.
VLAN 10 : 192.168.10.1/24
VLAN 20 : 192.168.20.1/24

VLAN tersebut akan disambungkan ke client yaitu PC dan laptop dengan IP address :
PC : 192.168.10.2
Laptop : 192.168.20.2
Setting Mikrotik untuk VLAN dan Trunk ke Cisco Switch
1. Buka Winbox Mikrotik. Buat Interface VLAN di Mikrotik. Masuk ke menu Interfaces –> Klik tanda + pilih VLAN –> Beru nama VLAN –> Tentukan VLAN ID nya –> Pada kolom Interface pilih interface yang akan dijadikan Trunk port nya. Disini saya contohkan menggunakan ether1 sebagai Trunk port.

Buat VLAN 10

Buat VLAN 20

2. Berikan IP Address untuk masing-masing interface VLAN yang sudah dibuat.

3. Setting Switch Cisco nya. Disini saya contohkan interface f0/1 sebagai Trunk, f0/2 sebagai VLAN 10, f0/3 sebagai VLAN 20.
Saya anggap Anda sudah boleh setting Switch Cisco nya, jadi configure nya saya tidak akan bincangkan


4. Setting IP Address di Client (PC dan Laptop nya). Jika sudah, silakan cuba ping ke router dan antara client. Jika settingan benar, maka ping akan berhasil. Jika setingan sudah benar tapi ping masih RTO, pastikan firewall windows nya sudah di disable.

SUMBER:KUMPULAN TUTORIAL MIKROTIK INDONESIA

Cara Trunk VLAN dari Cisco ke Mikrotik

Membuat Trunk dan VLAN dari Switch Cisco ke Mikrotik kita akan bincang pada Tutorial Mikrotik kali ini, menyambung artikel sebelumnya tentang Cara Trunk VLAN di Mikrotik ke Cisco Switch.
Untuk menyambungkan Trunk & VLAN dari Switch Cisco ke Mikrotik sebenarnya sangat simple dan sama dengan membuat Trunk & VLAN dari Mikrotik ke Cisco.

Tutorial Mikrotik kali ini lebih membincangkan tentang Mikrotik yang menerima Trunk VLAN dari Switch Cisco dan menyalurkan nya ke client melalui port ether Mikrotik dengan memanfaatkan Bridge VLAN dan ether nya.

Cara Setting Trunk VLAN dari Cisco ke Mikrotik
1. Pastikan Setting Trunk dan VLAN di Cisco sudah di config dengan benar. Contoh nya seperti gambar berikut :

Cara Trunk VLAN Cisco ke Mikrotik

2. Download Winbox Mikrotik –> Buka Winbox, buat interface VLAN nya, seperti pada artikel sebelumnya Cara Trunk VLAN di Mikrotik ke Cisco Switch.

3. Buat interface Bridge untuk tiap VLAN.

Bridge VLAN 10

Bridge untuk Trunk VLAN Cisco ke Mikrotik
Bridge VLAN 20

Cara Trunk VLAN Cisco ke Mikrotik

4. Masuk ke tab Port –> Tambahkan Port VLAN dan ether yang sesuai ke bridge nya masing-masing.
Misalnya seperti gambar berikut :

Menambahkan Port Bridge untuk Trunk VLAN Cisco ke Mikrotik
Jadi intinya kita tambahkan VLAN 10 dan ether yang ke PC ke bridge VLAN 10, dan begitu juga dengan VLAN 20 nya.

5. Hasil Setting Mikrotik nya adalah seperti ini :

Membuat Trunk & VLAN Cisco ke Mikrotik

6. Sekarang kita cuba ping dari client ke Switch Cisco. Ping success tanpa RTO.

 

Sekarang kita sudah boleh melakukan Trunk VLAN dari Cisco ke Mikrotik. Tutorial Mikrotik ini hanya contoh yang sangat sederhana, yang penting fahami dulu. Nantinya kita boleh kembangkan untuk jaringan yang lebih besar dan kompleks.

SUMBER:KUMPULAN TUTORIAL MIKROTIK INDONESIA